[ARTIKEL] Musik Untuk Kehidupan
“Musik adalah bahasa universal”, begitulah ungkapan yang dikatakan
seorang musisi legendaris, yang kebetulan saya lupa namanya. Musik
adalah media, yang tidak hanya dapat mendobrak dimensi ruang dan waktu,
tapi dapat menyentuh hati, jiwa manusia, dalam berbagai lapisan
kehidupan.
Manusia, entah dia orang biasa, atau bahkan seorang presiden ialah
makhluk yang memiliki bakat natural. Salah satunya untuk musik. Dia bisa
jadi pemain musik handal, atau jadi penikmat musik total. Manusia,
dalam bentuk dan profesi apapun, pasti punya musik favorit. Bahkan bisa
saja musik favorit saya dan Obama pun sama. Siapa yang tidak tahu musik
blues? Atau jazz yang awalnya bermula dari para musisi kulit hitam . Di
era perbudakan itu, mereka memperjuangkan hak dan kehidupan mereka dari
musik. Darisini kita mengenal nama-nama besar seperti W.C Handy,
Gertrude Pridgette, Robert Johnson hingga Garry Moore. Siapa pula yang
tidak mengenal gaya ‘grunge’ yang muncul di tahun 90-an, style yang
dipopulerkan oleh Kurt Cobain dari band legendaris Nirvana pada masa
kejayaan musik punk-rock, sebagai cerminan soul tentang kejiwaan yang
redup,kebebasan,kemarahan dan kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan.
Tidak ada yang pernah tahu kapan musik pertama dimulai. Sebab setiap
bebunyian di alam, punya nadanya sendiri. Guntur menggelegar, angin
berhembus, Bahkan batu pun bisa bernyanyi.
Dalam keseharian, musik jadi wakil tersendiri ketika kita sedih,
senang, gundah, bingung, takut, marah, dan bahagia. Musik tak segan
memberi kita ruang untuk berekspresi. Tak ada manusia yang tidak
menyukai musik.
Musik membawa angin revolusi. Musik memberi kita perubahan.
Musik adalah inspirasi, yang mengiringi setiap hari. Musik memberi kehidupan. Memberi kawan juga kenangan.
Musik adalah segalanya.
Selamat Hari Musik!
sumber: http://suaramahasiswa.info/alternatif/artikel/artikel-musik-untuk-kehidupan/
sumber: http://suaramahasiswa.info/alternatif/artikel/artikel-musik-untuk-kehidupan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar